Sinopsis Return of the Condor Heroes 2006 Episode 16-20

Episode 16

Kongsun Tit berkata di luar Lembah banyak orang jahat, jika Nona Lung bersedia lebih baik menikah dengannya. Nona Lung bersedia karena Kongsun Tit sudah menyelamatkannya, muka Kongsun yang tadinya sok berwibawa langsung berubah jadi mupeng kegirangan ^_^. Lembah Putus Cinta kedatangan seorang perusuh yang mengacak ruang senjata, kamar Nona Lung, mencuri jamur pusaka Lingzhi dan mengencingi ruangan. Ia tak lain adalah Bocah Tua Nakal Ciu Pek Tong!

Di kemah Mongolia, Yo Ko dan Hakim Roda Mas dijamu oleh Kublai Khan dan diperkenalkan pada 4 jagoan baru: Ni Mo Chee dari India, Mo Kong Chow si orang kate, Si Shao Sing dan In Kwe Se. Mereka menantang posisi Hakim Roda Mas sebagai penasihat tertinggi. Hakim Roda Mas berkata siapa yang bisa merebut potongan daging dari sumpitnya, dia bisa merebut posisinya. Perkelahian sumpit berlangsung, semua mencoba namun tak ada yang berhasil.

Tiba-tiba datang Ciu Pek Tong mengagetkan semua, dengan gampangnya merebut potongan daging tersebut. Katanya ia diundang saudara angkatnya Kwee Ceng ke Pertemuan Pendekar tapi terlambat, karenanya ia mencari Kwee Ceng yang dikira masih tinggal di Mongol. Para jagoan penasaran pada Ciu Pek Tong dan berlomba mencoba ilmunya. Saat Ciu Pek Tong pergi, sebuah lonceng terjatuh dari badan Ciu Pek Tong, yang dikenali Yo Ko sebagai lonceng di selendang Bibi Lung. Yo Ko mengejarnya, sementara Hakim Roda Mas dan jagoan lainnya mengikuti. Mereka ingin tahu keberadaan Kwee Ceng, karena Kublai Khan memerintahkan mereka untuk membawa Kwee Ceng ke kemah untuk diajak bekerjasama dengan Mongol, bila tak setuju akan dibunuh.

Ciu Pek Tong masuk ke wilayah Lembah Putus Cinta, tak terduga ia berhasil ditangkap dengan formasi jaring ikan! Yo Ko mengejar mengikuti aliran sungai diikuti jagoan Mongol. Mereka berlomba unjuk kehebatan ilmu meringankan tubuh. Lembah Putus Cinta sangat indah dan unik, mereka sampai di hutan dimana terlihat para pelayan Lembah sedang panen memetik bunga, suatu pemandangan seperti di negeri dongeng. Putri pemilik Lembah Putus Cinta, Nona Kongsun, menanyakan maksud mereka mengejar Ciu Pek Tong. Berbeda dengan para jagoan Mongol yang bersikap meremehkan, Yo Ko berusaha sesopan mungkin agar tujuannya mencari Bibi Lung tercapai. Ini mengundang simpati Nona Kongsun.

Mendapat laporan perkembangan di Lembah-nya, Kongsun Tit berkata ia tidak mau membunuh Ciu Pek Tong, pantang menumpahkan darah karena besok akan menikah. Setelah menikah baru ia akan memusnahkan ilmu Ciu Pek Tong. Ia juga tak mau membuat keributan dengan rombongan Mongol dan menyuruh bawahannya mempelakukan mereka sebagai tamu resepsi pernikahan.

Jagoan Mongol mengeluh karena hanya disuguhi bunga untuk makan, serta misteriusnya pemilik Lembah yang belum menampakkan diri. Tapi mereka tak berani macam-macam karena jika Ciu Pek Tong berhasil ditangkap, tentu ilmu kungfu Lembah ini sangat tinggi. Mereka menginap semalam di sana.

Pagi hari, Yo Ko bangun duluan dan mengobrol dengan Nona Kongsun di taman. Si Nona memperkenalkan bunga yang bisa dimakan, tiba-tiba tangan Yo Ko sakit tertusuk duri bunga. Si Nona setelah tertusuk duri, akan hanya sakit bila seseorang sedang memikirkan kekasihnya. Selama 24  jam tak boleh memikirkan cinta, kalau tak mau sakit. Yo Ko memuji kecantikan si Nona, kata-kata indahnya membuat si Nona malu dan senang. Saat si Nona tak mau memberitahu namanya, Yo Ko kembali merayu, tiba-tiba Yo Ko merasa sakit lagi, tanda ia ingat seseorang yang dicintainya. Si Nona marah karena Yo Ko ingat orang lain saat mengobrol dengannya. Yo Ko malah berkata ia sakit karena memikirkannya. Sesudah itu Yo Ko menyesal sendiri; sudah jelas ia sakit karena memikirkan Bibi Lung, kenapa masih merayu wanita lain? Ia malu dan menampar mulutnya yang sering keceplosan merayu walau di hatinya hanya ada Bibi Lung. Si Nona akhirnya memberitahu namanya adalah Kongsun Lek Gok. Ia meminta Yo Ko berjanji jangan senyum padanya di depan ayahnya, juga jangan tunjukkan ia tahu namanya. Ayahnya sangat galak sejak kematian ibunya, kini ia akan menikah lagi. Semua dilakukan demi istri baru, termasuk menangkap Ciu Pek Tong yang baru saja berhasil kabur lagi. Kata Yo Ko, calon istri ayahmu pasti tak secantik kamu, yang dijawab Lek Gok; salah besar, calon istri ayahku memiliki kecantikan sejati. Yo Ko merasa senasib karena walau punya ayah, Kongsun Lek Gok sama mengenaskan sepertinya yang yatim piatu. Lek Gok meninggalkannya, risih bila keakraban mereka dilihat murid lain.

Yo Ko berusaha menikmati jamuan makan yang hanya terdiri dari kelopak bunga, rumput dan teh, tapi Mo Kong Chow tak sabaran, menganggap tuan rumah tak sopan karena tak menyuguhkan arak dan daging. Seseorang berjenggot panjang melebihi tinggi badannya masuk menyambut tamu, mereka mengira ialah sang Ketua Lembah. Ternyata ia Fan Yi Weng, murid tertua Lembah Putus Cinta. Tak  lama kemudian Kongsun Tit dan putrinya masuk ke ruangan. Dari auranya, mereka merasakan bahwa kungfu Ketua Lembah Putus Cinta ini termasuk tinggi..

Episode 17

Kongsun Tit memperkenalkan diri dengan sopan, menjelaskan alasan menahan Ciu Pek Tong, juga asal-usul tradisi tidak makan daging di Lembah Putus Cinta. Siao Siang Cie, jagoan Mongol yang memakai topi dan tabir, malah menghina leluhur Kongsun Tit. Si Jenggot Panjang Hoan It Ong /Fan Yiweng tak terima gurunya dihina, ia menantangnya berkelahi. Siao Siang Cie mengeluarkan gunting dari bajunya. Kelihatan jelas bahwa Siao Siang Cie ilmunya amat tinggi dan hanya sengaja mempermainkan lawan, Yo Ko heran kenapa gunting di bajunya bisa berada di Siao Siang Cie. (Ia ingat gunting itu dibuat untuk menggunting kemoceng Li Mo Chou, tapi tak jadi dipakai dan disimpannya). Kongsun Tit tahu muridnya tak bisa mengalahkan Siao, ia menyuruhnya mengaku kalah.

Ternyata orang itu bukan Siao Siang Cie, melainkan Bocah Tua Nakal yang menyamar. Siao Siang Cie yang asli bajunya dicuri, ia menyusul masuk ke ruangan dengan memakai baju pelayan Lembah. Yo Ko minta guntingnya dikembalikan. Kongsun Tit juga meminta Ciu Pek Tong mengembalikan barang yang dicurinya, kalau tidak, ia akan ditangkap lagi dengan formasi jaring yang kali ini lebih canggih, menggunakan 5 jaring bukan hanya satu. Bukannya mengaku mencuri, Ciu Pek Tong malah membuka pakaiannya satu persatu untuk menunjukkan ia tak menyimpan barang curian. Yo Ko dan rombongan Mongol tertawa geli, pelayan perempuan berteriak malu ketakutan. Kongsun Tit menjaga wibawanya dengan tak menanggapi ulah Ciu Pek Tong, menyuruhnya kembali memakai bajunya. Ia juga tak menghiraukan saat Ciu Pek Tong mengejeknya sudah tua tapi akan menikah dengan nona muda.

Ciu Pek Tong kabur, Yo Ko mengejarnya untuk bertanya tentang Bibi Lung. Sampai di taman, ia melihat Bibi Lung dari belakang dan memanggilnya. Bibi Lung terkejut mendengar suara Yo Ko, tapi ia memutuskan pura-pura tak mengenali Yo Ko. Kongsun Tit dan rombongan Mongol mengikuti. Kongsun Tit bilang calon istrinya tak mengenal Yo Ko, karena namanya Liu, bukan Lung. (Bibi Lung mengakui namanya Liu pada Kongsun Tit). Yo Ko minta Hakim Roda Mas bersaksi bahwa itu memang bibinya, karena ialah satu-satunya yang pernah bertemu mereka. Tapi Hakim Roda Mas malah bilang ia tak melihat jelas wajah Bibi Lung, bisa jadi orang lain. Ia takut bila Yo Ko dan Bibi Lung bersatu lagi, ia tak akan mampu mengalahkan mereka. Semua memastikan Yo Ko memang salah orang. Yo Ko masih penasaran, dan ingin tinggal sampai hari pernikahan. Para jagoan Mongol heran mengapa Hakim Roda Mas tak memihak Yo Ko, sebab walau Bibi Lung mengaku tak kenal, dari reaksinya siapapun tahu gadis itu dalam keadaan terpaksa, menahan emosinya. Mereka tak tahu Hakim Roda Mas merasa diuntungkan bila Yo Ko dan kekasihnya berpisah.

Bibi Lung menangis di depan kaca, ragu untuk bersiap-siap berdandan sebagai pengantin. Yo Ko berpura-pura ingin ke kamar kecil, ia penasaran ingin bertemu Bibi Lung. Ia bertemu Kongsun Lek Gok, yang heran mengapa Yo Ko mencintai Bibinya, bukankah itu cinta terlarang. Yo Ko menceritakan semuanya pada Kongsun Lek Gok, termasuk bahwa ia sudah lama tinggal bersama Nona Lung, hafal semua gerak geriknya, aromanya, cara berjalannya, tak mungkin salah orang. Juga mengapa Nona Lung memakai nama Liu sebagai nama samaran, sebab Yo + Liu = Yoliu (Yangliu) adalah nama pohon. Mendengar ini Kongsun Lek Gok iba dan mau membantu untuk mempertemukan mereka.

Nona Kongsun mengajak Bibi Lung ke taman, di sanalah Yo Ko telah menanti. Yo Ko memeluk Bibi Lung dan mengingatkan semua yang pernah mereka alami bersama. Bibi Lung hanya diam menangis menahan perasaan. Kongsun Tit dan rombongan Mongol datang, ia makin marah, menuduh Yo Ko tidak tahu etiket. Pelayan menyeret Yo Ko secara paksa. Yo Ko berkata, “Kalau aku salah, marahilah aku, tunjukkan dimana aku salah. Tapi diammu hanya menyiksaku”. Yo Ko minta ia dibunuh saja dan dikubur di Lembah Putus Cinta sebelum Bibi Lung menikah dengan Kongsun, katanya tak ada gunanya hidup jika Bibi Lung menolak mengenalinya. Lek Gok menampakkan kekhawatirannya, hingga membuat ayahnya marah.

Jenggot Panjang Fan melihat ini sebagai penghinaan terhadap gurunya. Sebagai murid tertua ia menantang Yo Ko berduel. Kongsun Tit memberi isyarat pada muridnya itu untuk membunuh Yo Ko. Yo Ko bertekad membawa Bibi Lung keluar dari situ, ia mengatur emosinya dan mengeluarkan senjata gunting. Ajaran Oey Yok Su untuk mengatasi kemoceng Li Mo Chou ia coba terapkan di sini, karena Hoan menggunakan jenggotnya layaknya kemoceng. Namun ternyata tak semudah itu, setelah beberapa jurus baru Yo Ko menemukan kuncinya, yaitu janggutnya bergerak berlawanan dengan arah kepalanya, hingga ia harus memotong ke arah kepalanya. Maka tiba-tiba ia menghentikan perkelahian, berkata ia bisa menggunting jenggot Fan hanya dalam 3 jurus. Hoan tak percaya, karena sudah beberapa jurus tadi belum juga berhasil. Alangkah terkejutnya ia saat Yo Ko benar-benar melaksanakannya. Para jagoan Mongol juga kagum, karena Ciu Pek Tong pun tidak dapat memotong jenggot orang itu. Memang ilmu Ciu Pek Tong jauh lebih tinggi, tetapi siasat Yo Ko jauh lebih baik. Setelah senjata jenggotnya habis dipangkas, murid tertua Lembah Putus Cinta ini masih menantang Yo Ko dengan sebuah senjata berat. Yo Ko tahu senjata berat dan kaku macam itu justru dapat ditaklukkan dengan jurus lincah Tongkat Pemukul Anjing. Ia memotong ranting pohon Yangliu/Yoliu sebagai senjata, sengaja ia memilih pohon itu untuk menggugah hati Bibi Lung. Pertempuran dengan senjata pun dimulai.

Episode 18

Senjata berat Si Jenggot Panjang FanYiweng kalah oleh kelincahan jurus Tongkat Pemukul Anjing yang dimainkan Yo Ko menggunakan ranting pohon Liu. Kekalahan ini membuat Yiweng mau bunuh diri, tapi diselamatkan Yo Ko. Katanya, “Buat apa bunuh diri, kalah menang itu biasa. Perih di hatiku ini 10 kali lebih sakit daripada kekalahan yang kau rasakan. Kalau kau kalah, gurumu khawatir. Aku kalah, guruku tidak peduli” – maksudnya menyindir Bibi Lung. Kongsun Tit menyiapkan Formasi Jaring Ikan untuk menangkap Yo Ko. Yo Ko terdesak, tetapi Nona Kongsun Lek Gok (Li E) yang juga bertugas dalam formasi itu mendadak pura-pura terkilir hingga Yo Ko bisa lolos. Kongsun Tit mempersilahkan Yo Ko pergi, tapi Yo Ko tidak mau. Kongsun menyiapkan jaring yang kali ini dipenuhi pisau, Mo Kong Chow si kate protes, karena cara ini sangat licik.

Sadar dirinya bisa mati di sini, Yo Ko jalan ke hadapan Bibi Lung, menyerahkan lonceng yang dijatuhkan Ciu Pek Tong. “Bibi, Yo Ko mungkin tidak akan hidup lagi besok. Tapi lonceng ini harus kembali pada pemiliknya”. Bibi Lung menyambut lonceng yang diberikan Yo Ko dan mengaitkan ke selendangnya. Mereka berpandangan dan akhirnya, ia mau mengenali Yo Ko. Tak terkira bahagianya Yo Ko. Bibi Lung berkata “Seharusnya aku tak bisa menikahi orang lain, aku hanya bisa menikah denganmu”. Kongsun Tit kaget dan tak ragu lagi menyuruh anak buahnya menyerang dengan formasi. Bibi Lung melemparkan sarung tangan dan selendangnya. Yo Ko memakainya untuk mengatasi Formasi Jaring Ikan tersebut. Kali ini Yo Ko berhasil melawan formasi dan merobek jaring dengan sarung tangan. Mo Kong Chow teriak girang memuji kehebatan Yo Ko. Hakim Roda Mas tak suka melihatnya “Biasa aja Mo Kong Chow, gak usah teriak gitu kali..” (kira-kira gitu deh maksudnya🙂 ).

Kongsun Tit berkata, ia sudah murah hati tidak membunuh Yo Ko, tapi Yo Ko malah mengejek; aku mati atau hidup, Bibi tidak akan menikahimu. Kongsun meminta putrinya membawakan senjata. Yo Ko mengajak Bibi Lung pergi, Kongsun tersinggung, “Nona Liu” sudah diselamatkan tak tahu terima kasih. Hakim Roda Mas malah memprovokasi, “Tuan Kongsun, lebih baik biarkan mereka pergi, karena kau tak akan sanggup melawan mereka berdua”. Dalam keadaan serius itu, Bibi Lung melihat baju Yo Ko robek, langsung beraksi dengan peralatan menjahitnya🙂 Mereka mengobrol mesra, sambil Bibi menjahit bajunya, Yo Ko bercerita darimana ia dapat gunting. Kongsun gerah melihatnya. Saat senjata datang ia membentak mereka supaya cepat, mereka malah lanjut mengobrol, Yo Ko menceritakan informasi baru mengenai pembunuh ayahnya pada Bibi Lung. Akhirnya urusan menjahit selesai, diakhiri Bibi Lung menggigit benang di pundak Yo Ko. Gaya mereka yang tak peduli membuat Kongsun kesal, ia menyerang dengan jurus andalannya yaitu memainkan golok dan pedang secara bersamaan. Yo Ko spontan mengambil senjata berat si Jenggot Panjang untuk melawan, ternyata jurus Tongkat Pemukul Anjing tak bisa lincah menggunakan senjata itu, perlahan Yo Ko terdesak dan kalah.

Hakim Roda Mas tak mau melewatkan kesempatan lagi, “Tuan Kongsun, lebih baik kau biarkan mereka pergi, sekali mereka berdua keluarkan jurus pedang, kau bisa kalah”. Padahal maksudnya menantang Kongsun agar terjadi pertandingan, agar ia bisa melihat sekali lagi jurus pedang kombinasi Bibi Lung dan Yo Ko, dan bisa mencari kelemahan jurus yang pernah mengalahkannya itu. Taktiknya itu berhasil dan dipuji si jagoan India Nimo Singh (Ni Mo Chee).

Kongsun mempersilahkan Yo Ko dan Bibi Lung masuk ke ruang senjata untuk memilih senjata. Di ruang itu awalnya mereka waspada akan jebakan, namun selanjutnya santai tak peduli. Lama berpisah dan kini berdua saja membuat keduanya bahagia tak terkira sampai Yo Ko ingin mencium Bibi Lung, tetapi mendadak jarinya sakit akibat racun bunga cinta. Kata Bibi Lung, nanti kalau kita sudah kalahkan Kongsun, kau boleh lanjutkan. Mereka mengobrol santai tentang tak ingin berpisah lagi, juga taktik menghadapi Kongsun yang ilmunya tidak di atas Hakim Roda Mas, jadi mereka pasti sanggup menang. Bibi Lung sempat menyinggung, sejak di bawah pohon di gunung Congyang/Zhongnan, aku sudah menganggap aku istrimu, walau kau menolaknya. Yo Ko sedikit bingung tidak nyambung, tapi tak menghiraukan. Mereka hendak berciuman tapi batal lagi karena pelayan menggedor pintu menyuruh mereka lekas memilih senjata. Pilihan akhirnya jatuh pada sepasang pedang tersembunyi di belakang lukisan yang dibakar Ciu Pek Tong, yang bertuliskan “Pedang Pria” dan “Pedang Wanita”, Bibi Lung setuju karena pedang itu tidak terlalu tajam, ia masih menghargai Kongsun Tit yang telah menolongnya dan tak mau melukainya. Waktu mereka jalan keluar, baju Bibi Lung tersangkut duri bunga cinta, dan ia tertusuk sebelum Yo Ko memperingatkannya.

Kongsun Tit kaget mereka memilih pedang mustika peninggalan keluarganya, ia sempat mengira Li E yang menyuruh mereka memilih pedang itu. Yo Ko dan Bibi Lung bersedia menukar pedang kalau memang Kongsun keberatan, tapi Kongsun ogah membiarkan mereka berlama-lama berduaan lagi. Pertandingan seru dan panjang dimulai, Yo Ko dan Bibi Lung saling melindungi satu sama lain dan jurus mereka makin padu, belum lagi diuntungkan dengan pedang yang kelihatan tumpul namun ternyata mampu mengikis golok Kongsun Tit. Beberapa jurus berlalu, mereka tak terkalahkan dan Kongsun Tit makin terdesak. Namun saat jurus dimana Bibi Lung memandang Yo Ko dengan mesra, mendadak ia merasakan sakitnya racun bunga cinta.Yo Ko khawatir, namun Kongsun tetap menyerang mereka hingga keduanya tak lagi di atas angin dan mengaku kalah. Kongsun Tit memerintahkan anak buahnya menangkap Yo Ko.

Yo Ko ditawan dan setumpuk bunga cinta disarangkan ke tubuhnya hingga ia kesakitan. Kongsun Tit memaksa Bibi Lung untuk menikahinya, kalau tidak Yo Ko tidak akan diberi pemunah. Jari tertusuk duri masih dapat pulih sendiri dalam 24 jam, tapi badan tersayat tumpukan bunga cinta, racun bisa menyebar ke seluruh tubuh dan dalam 36 hari akan mati mengenaskan. Bibi Lung awalnya hendak membunuh Yo Ko dan mati bersama, tapi tak tega dan malah ikut menusukkan diri di tumpukan bunga cinta. Kongsun membawanya pergi.

Di kamar, Nona Lung berkata pada Li E, ia akan mencuri pemunah buat Yo Ko. Melihat ini Li E mengagumi ketulusan cinta mereka. Katanya, hatinya juga sakit melihat Kakak Yo sakit, ia bersedia mencurikan obat untuk Kakak Yo. Li E masuk ke ruang tawanan dan membebaskan Yo Ko. Yo Ko terharu dan bertanya bagaimana ia dapat membalas kebaikannya, Li E minta sedikit saja diingat jika Yo Ko dan Nona Lung sudah berhasil lolos (ah..sediih:( ). Mereka menyelinap ke perpustakaan, Li E membuka kotak rahasia di balik tumpukan buku tempat disembunyikannya pemunah, namun kotak itu ternyata sudah kosong!

Pagi pendekar… Nanti sore Yo Ko akan bertemu tokoh baru yang sangat seram namun menyedihkan, dialah istri sesungguhnya dari Kongsun Tit yang urat tangan kakinya diputus dan dibuang ke dalam gua oleh suaminya sendiri…

Episode 19

Yo Ko naik ke lantai atas untuk mencari pemunah. Tiba-tiba Kongsun Tit masuk, Yo Ko sembunyi. Melihat kotak pemunah kosong Kongsun Tit menuduh Li E telah mencurinya untuk Yo Ko. Ia marah karena darah dagingnya sendiri berkhianat dengan menolong orang luar. Padahal, katanya, setelah ia menikah dengan Nona Lung, ia mau menjodohkan Yo Ko pada Li E. Li E tak yakin, ia ingin menyelamatkan Yo Ko karena tahu ayahnya tak akan mengampuni Yo Ko. Kongsun Tit mengatainya anak durhaka. Ia ingin menawan Li E di ruangan itu selama 2 hari supaya ia tidak bisa menolong Yo Ko. Li E membuktikan ia tak mencuri pemunah dengan melepas pakaian luarnya. Walau demikian, Kongsun menganggap Li E sudah melanggar peraturan Lembah yang hukumannya mati. Ia menghunus pedang hendak membunuh Li E, “Kalau aku biarkan Yo Ko selamat, aku terpaksa membunuhmu. Kalau kau tak menolong Yo Ko, kau boleh hidup”. Li E memilih Yo Ko selamat. Saat itulah Yo Ko keluar dari persembunyiannya hendak menyelamatkan Li E, tapi malah hampir jatuh ke lubang rahasia di lantai. Li E menghampiri Yo Ko, malah didorong ayahnya hingga mereka berdua terjatuh ke lubang yang berujung entah ke mana.

Terbukalah kedok kekejaman Kongsun, tega membunuh putrinya sendiri. Burung kecil yang mampir ke ruangan yang pernah ditunjukkan pada Nona Lung, ditangkap dan di remasnya sampai mati, saking kesalnya ia pada anaknya.

Yo Ko dan Li E jatuh ke sebuah gua bawah tanah dimana terdapat kolam yang banyak buayanya. Yo Ko harus menghalau buaya dan berusaha hinggap di daerah bebatuan yang aman. Dalam hatinya Li E bahagia bisa bersama Yo Ko. Saat Li E kedinginan, Yo Ko memberikan jubahnya pada Li E. Ternyata di saku jubah itu terdapat benda-benda yang dicuri Ciu Pek Tong: jamur Lingzhi, pil pemunah bunga cinta dan peta Lembah. Seekor buaya meloncat menarik jubah Yo Ko yang dipakai Li E, hingga Yo Ko memberikan satu lagi lapisan baju luarnya pada Li E dan menaklukkan buaya-buaya lainnya. Li E menyuruh Yo Ko memakan pil pemunah, menurutnya tadinya ada banyak pil pemunah di Lembah, namun entah kenapa sekarang hanya bersisa satu. Untuk membuat satu pil diperlukan banyak tanaman langka dan tak mudah membuatnya. Maka orang Lembah tidak membuatnya lagi dan hanya berhati-hati agar tak terkena bunga cinta, tertusuk sedikit bisa sembuh sendiri, tetapi tertusuk dalam, racunnya bisa menyebar dan tak ada obatnya. Mengetahui itu Yo Ko malah menyimpan pil buat Bibi Lung dan tidak memakannya. Ia membuang peta lembah yang dianggap tak ada gunanya, tapi Li E melihat ada lorong keluar di bawah kolam pada peta itu, ia mencoba menyelamatkan peta dan jatuh ke kolam, namun diselamatkan Yo Ko.

Nona Lung yang menanti Li E dibohongi oleh Kongsun Tit bahwa Li E sudah ditugaskan di bagian lain dan tidak menemani pengantin wanita lagi. Kongsun melancarkan siasatnya menarik simpati Nona Lung dengan bercerita tentang cintanya pada istrinya yang meninggal. Katanya ia tak pernah menikah lagi, karena sangat mencintai sang istri yaitu Kiu Kian Ci, adik Kiu Kian Jin ketua Partai Tapak Besi. Ia mengaku sedih tidak dapat menyelamatkannya istrinya yang sakit, bahkan berkata Nona Lung mirip istrinya yang dulu, karena itu ia ingin menikahi Nona Lung. Apapun dilakukan Kongsun untuk memperbaiki wibawanya agar Nona Lung percaya ia pria setia dan mau menikahinya.

Di jurang/gua, Yo Ko dan Li E bertemu dengan seorang tua yang bentuknya amat mengerikan. Ia tahu tanggal lahir serta adanya tanda lahir di bahu kiri Li E. Li E bingung, hanya orang tuanya yang tahu ia punya tanda lahir. Nenek ini meminta Li E menunjukkann tanda lahirnya, dan menangis sejadi-jadinya begitu melihatnya. Sedih hati Li E menyadari bahwa wanita malang ini adalah ibunya, Kiu Kian Ci, yang dikabarkan sudah meninggal, ternyata dibuang ke tempat itu oleh ayahnya sendiri, Kongsun Tit.

Dahulu Kiu Cian Ci tersasar ke Lembah dan tergoda rayuan Kongsun Tit hingga menikahinya. Ternyata Kongsun hanya menikahinya karena ingin belajar ilmu Tapak Besi. Tak cuma mengajarkan Tapak Besi, Kiu Kian Ci juga membantu Kongsun Tit menyempurnakan ilmu silat keluarganya. Setelah ilmunya tinggi dan istrinya sibuk usai melahirkan Li E, Kongsun Tit malah berselingkuh dengan pelayan bernama Rou Er. Kiu Kian Ci melabrak mereka berdua dan mendorong mereka ke tumpukan bunga cinta. Ialah yang memusnahkan pemunah bunga cinta dan hanya menyisakan sedikit pemunah yang disimpannya sendiri. Kiu Cian Ci menyuruh Kongsun Tit dan selingkuhannya memilih siapa yang akan diselamatkan. Rou Er mengajak Kongsun mati bersama, tapi Kongsun Tit hanya membunuh Rou Er, setelah ia sendiri memohon pil pemunah pada Kiu. Rayuannya kembali membuat Kiu Cian Ci luluh dan lengah. Kongsun Tit menaruh obat tidur di araknya, mematahkan urat kaki dan tangannya dan dibuang ke pintu rahasia yang sama.

Pada Yo Ko, Kiu Kian Ci menunjukkan bagaimana ia bertahan hidup di tempat itu selama belasan tahun. Walau lumpuh dan kungfunya tak berguna, tapi tenaga dalamnya masih hebat. Ia terus melatih tenaga dalamnya untuk dapat meniup pohon buah sampai berjatuhan dan menyedot buah dari jarak jauh untuk makanannya. Saat tahu Yo Ko dan Li E juga diceburkan Kongsun Tit ke tempat itu, ia memaki-maki Kongsun dangan kata-kata kasar. Yo Ko malas mendengar ocehan penuh kebencian itu, ia sibuk mencari cara keluar, ketika dilihatnya lubang di langit gua, ia merangkai akar dan batang jadi tambang, mengaitkannya pada mulut lubang kemudian memanjat dan melompat keluar. Kiu Kian Ci mengira Yo Ko sama egoisnya seperti Kongsun, cari selamat sendiri dan tak peduli orang lain, namun Li E membantahnya, ia yakin Yo Ko juga akan menolong mereka.

Sementara itu di tempat jagoan Mongol, Mo Kong Chow yang baru kenal Yo Ko beberapa hari mengkhawatirkan Yo Ko, ia mengagumi jiwa pendekar Yo Ko dan mengajak timnya menolong Yo Ko. Tapi Hakim Roda Emas sebagai ketua rombongan berdalih mereka tidak perlu ikut campur urusan anak muda gegabah seperti Yo Ko, apalagi Ketua Lembah Putus Cinta ilmunya tinggi dan sudah memperlakukan mereka dengan sopan.

Episode 20

Yo Ko mengulurkan tambang buatannya, Li E mengikatkan ibunya dan Yo Ko menariknya ke atas. Tiba giliran Li E, datang Fan Yiweng si Jenggot ‘Pendek’ yang bertugas mengawasi perusuh di hari pernikahan, menyerang Yo Ko dari belakang. Yo Ko tak bisa leluasa melawan karena tangannya juga memegang tambang dimana Li E bergantung. Nyawa Yo Ko dan Li E terancam. Kiu Cian Ci mengerahkan tenaga dalamnya untuk menghisap obyek di tanah dengan mulutnya, dan menghembuskannya ke Yiweng. Yiweng roboh seketika, Kiu Cian Ci memaksa Yo Ko memastikan Yiweng sudah mati, ia benci semua orang yang patuh pada Kongsun Tit. Tapi Yo Ko dan Li E menganggap Yiweng tidak jahat dan hanya menjalankan tugas, Yo Ko pura-pura membunuh Yiweng dan menyuruhnya kabur. Yiweng terharu dan berterimakasih pada Yo Ko.

Kiu Cian Ci ingin menemui Kongsun Tit tapi tak mau Kongsun Tit tahu kelemahannya. Ia hendak menyamar sebagai kakaknya, Pendekar Tapak Besi Kiu Kian Jin agar Kongsun Tit takut. Yo Ko meminjamkannya topeng kulit pemberian Thia Eng padanya.

Upacara pernikahan dimulai, Kongsun Tit dan Nona Lung mengenakan baju merah, siap memberi hormat. Saat itulah Kiu Cian Ci masuk dengan tawa menggelegar memamerkan kekuatan tenaga dalamnya, didampingi Yo Ko dan Li E, ia berkata “Kau berjanji pada yang baru, bagaimana dengan istri yang lama”. Yo Ko tak peduli dengan urusan suami istri itu, ia langsung menuju Bibi Lung, meminta Bibi Lung membuka mulutnya dan ia memberikan satu-satunya pil pemunah bunga cinta, ia bohong dengan berkata ia juga sudah minum pemunah.

Kongsun Tit tahu orang di hadapannya hebat tenaga dalamnya, tapi bukan Kiu Cian Jin. Kiu Cian Jin pernah menulis surat, ia membacakan surat ituyang intinya : “Semenjak kematian saudara kita Kiu Cian Cek di Gunung Tapak Besi oleh Kwee Ceng dan Oey Yong, saya memilih jalan Buddha, menjadi biksu bernama Chi En”. Kiu Cian Ci menangis tahu kakaknya telah mati. Akhirnya ia membuka topeng kulitnya dan menunjukkan jati dirinya. Suami istri itu saling memaki dengan kasar, membuat Li E sedih. Li E ingin ayahnya menyadari kesalahannya yang mengakibatkan penderitaan ibunya, tapi Li E malah di dorong oleh ayahnya hingga ia jatuh dan melukai ibunya.

Melihat ini Bibi Lung bangkit dan menolong, ia tak habis pikir kenapa ada suami menyiksa istri, ia berkata Kongsun Tit mungkin akan memperlakukannya sama bila mereka jadi menikah. Kongsun Tit tetap menyangkal, sampai Yo Ko membeberkan semua kebusukannya yaitu membuangnya ke ‘lubang buaya’ dan tetap menikahi Bibi Lung walau tahu tidak ada pemunah. Kongsun Tit siap menyerang, Bibi Lung merobek kostum pengantin merahnya, ternyata di dalamnya ia mengenakan baju putihnya dan menyimpan senjata, ia dan Yo Ko menyambut Kongsun Tit dengan jurus Hati Gadis Suci. Yo Ko berusaha tak melihat Bibi Lung dan menahan sakit racun bunga, tahulah Bibi Lung bahwa Yo Ko belum mendapatkan pemunah hingga tak bisa memainkan jurus Hati Gadis Suci. Ia maju sendirian melawan Kongsun Tit, tak ada lagi rasa hormat atau kasihan karena Kongsun Tit telah mencelakakan Yo Ko. Ia menggunakan kain merah dekorasi pernikahan sebagai senjata selendang menghadapi Kongsun Tit. Yo Ko maju membantu bergantian, menggunakan jurus pedang Coan Cin agar tak terpengaruh racun bunga cinta. Yo Ko pernah kalah oleh Kongsun. Tapi kali ini Kiu Cian Ci meneriakkan petunjuk untuk membantunya. Ternyata semua jurus Kongsun Tit, istrinya lah yang membimbingnya hingga ia tahu kelemahannya.Yo Ko menjadi di atas angin, Kongsun Tit kesal dan menyerang istrinya, tapi ditangkis Bibi Lung. Kiu Cian Ci terus memberi petunjuk, tapi kali ini anjurannya membahayakan nyawa Bibi Lung dan melukainya. Yo Ko marah, “Kalian berdua memang cocok sehati, sama-sama kejam”. Kiu Cian Ci berdalih petunjuknya hanya membantu Yo Ko menunjukkan kelemahan lawan, bukan menyelamatkan Bibi Lung. Yo Ko kesal dan tak mau mengikuti petunjuk Kiu Cian Ci lagi, ia berganti jurus menjadi jurus sentilan maut yang diajarkan Oey Yok Su, membuat Kongsun Tit cukup kebingungan. Keduanya kelelahan, Yo Ko berhasil menyentil titik aliran darahnya, tapi entah kenapa tidak mempan.

Li E meminta ibunya menyuruh mereka berhenti bertarung. Kiu Cian Ci meminta Li E memberikan teh pada keduanya, tapi ia meneteskan darah dari lukanya pada kedua cangkir teh itu. Yo Ko dan Kongsun yang memang sudah kelelahan berhenti. Li E menyuguhkan teh pada keduanya. Kongsun Tit maunya meminum teh yang hendak diminum Yo Ko, ia takut diracun. Sementara Yo Ko tak peduli, ia menghina Kongsun Tit yang curiga pada anak sendiri. Mereka lanjut bertarung, Kiu Cian Ci berteriak, aliran darahnya sudah tak kebal totokan lagi, Yo Ko bisa menyerangnya. Ternyata, walau hebat, kungfu keluarga Kongsun mempunyai pantangan minum arak, darah dan daging. Dengan adanya tetesan darah di teh, kungfu Kongsun terbuka kelemahannya. Ia marah menyerang Kiu Cian Ci, tapi hembusan sebutir biji buah dari mulut Kiu Cian Ci membutakan satu matanya. Mereka saling memaki lagi, bahkan Kiu Cian Ci menyuruh Li E membunuh ayahnya sendiri. Kongsun Tit kesakitan dan kabur.

Sesudah Kongsun Tit pergi, Yo Ko tak mau berlama-lama, ia pamit pergi. Namun Kiu Cian Ci tidak mengizinkan, ia meminta Yo Ko menikahi anaknya. Yo Ko menolak, sambil waspada takut ditembak biji buah. Mo Kong Chow tertawa, katanya “Kamu suami istri senangnya memaksa orang menikah!”, saat tertawa, gigi Mo Kong Chow rontok berdarah disemprot biji buah dari mulut Kiu Cian Ci.

Kiu Cian Ci menawarkan Yo Ko pemunah, asal mau menikahi Li E. Ia masih menyimpan 1 butir pemunah bunga cinta. Li E menangis membujuk ibunya memberikan saja pemunah pada Yo Ko, ia ingin hidup damai dengan ibunya, menemui pamannya, dan tak mau menikah seumur hidupnya. Yo Ko dan BIbi Lung sedih melihat Li E. Kiu Cian Ci akhirnya memberi Yo Ko syarat lain: bawakan kepala Kwee Ceng dan Oey Yong (yang dia anggap sudah membunuh kakaknya). Yo Ko menyanggupi, katanya ia juga punya dendam pada mereka. Hakim Roda Mas tersenyum senang. Kiu Cian Ci memberi Yo Ko setengah butir pil pemunah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: