Sinopsis Return of the Condor Heroes 2006 Episode 36

Episode 36

 

Yo Ko memberi Kwee Siang 3 buah jarum emas. 1 jarum untuk 1 permintaan. Kwee Siang minta melihat wajah Yo Ko. Kata Yo Ko, “Kamu menyia-nyiakan jarum, permintaan ini terlalu mudah.  Aku pakai topeng untuk menghindari orang”. Kwee Siang berdalih, “Kalau aku tak tahu wajahmu, apa bisa dibilang mengenalmu?”. Saat akhirnya Yo Ko  memperlihatkan wajahnya, Kwee Siang kaget dan tak berkata-kata. “Kenapa? kau takut?” kata Yo Ko. “Eh… tidak”, kata Kwee Siang. Ketampanan Yo Ko membuatnya salah tingkah. “Lebih baik simpan saja permintaan berikutnya beberapa tahun lagi” kata Yo Ko,  “Sekarang kau masih terlalu muda. Permintaanmu pasti asal-asalan”. Tapi Kwee Siang mengeluarkan jarum berikutnya,”Tanggal 24 Oktober adalah ulang tahunku ke 16, aku ingin kau datang ke rumahku”. Yo Ko menyanggupi, asal tak bertemu kakak dan orang tua Kwee Siang. Permintaan ke 3 tak sempat Kwee Siang pikirkan, ia takut kakaknya dan teman barunya saling melukai

Benar saja, mereka masih bertarung. “Berhenti, kita teman, jangan bertengkar!”, kata Kwee Siang. Shi ke-5 melepaskan Kwee Hu, tapi setelah dilepaskan Kwee Hu malah melukainya. Kwee Siang buru-buru meminta maaf atas kelakuan kakaknya, iapun merobek kain jubahnya untuk menutupi luka Shi ke-5. Shi ke-5 terharu, kakak adik ini sangat bertolak belakang sifatnya.”Sudahlah, aku tak bakal mati hanya karena luka ini” katanya.

Kata Kwee Hu, “Aku akan bilang ayah ibu kamu keluyuran, lihat apa kamu dipukul”. Kwee Siang balas “Aku juga akan bilang kalau kamu sembarangan melukai orang!”. Setelah mereka pergi, Yo Ko muncul menjelaskan pada teman-temannya kalau Kwee Hu memang sering bertingkah seenaknya, ialah yang memotong lenganku, katanya.

Saat mereka kembali ke Siangyang, diberitakan Mongol sudah mulai menyerang lagi. Kerajaan Tayli di Selatan disapu bersih, tetapi pihak kerajaan Song belum juga mau mengirim pasukan tambahan.

Kwee Siang minum dan ngobrol bersama Tetua Luk. Tetua Luk memintanya menceritakan perjalanannya. Kwee Siang ingat harus merahasiakan tentang Pendekar Rajawali. Katanya “Aku mau cerita tapi tunggu saat ulang tahunku”. Tetua Luk kemudian pergi dipanggil anak buahnya. Ternyata ia dijebak anggotanya yang berkhianat. Tak sempat menghindar, ia dibunuh senjata rahasia Ho Tu. Ho Tu kemudian membunuh anggota Kaypang untuk dikuliti wajahnya sebagai topeng kulit, agar ia leluasa menyusup di Kaypang.

Keluarga Kwee amat berduka. Kwee Siang tak mau makan, Oey Yong hendak membujuk ke kamar namun ia tak ada. Kwee Siang pergi ke kuil tempat ia minum bersama Tetua Luk dan berdoa di sana. Kwee Hu datang menyuruhnya pulang. Kwee Hu meledek Kwee Siang bahwa tidak akan ada yang mengingat ulang tahunnya karena hari itu semua pendekar berkumpul untuk pemilihan Ketua Kaypang, pengganti Tetua Luk. Ia yakin suaminya Yehlu Chi yang akan terpilih. Kwee Siang tak peduli soal pendekar lain, katanya yang penting 1 pendekar besar akan datang untuk ulang tahunku, katanya. “Ngawur,” kata Kwee Hu, “semua pendekar datang menyaksikan Pemilihan Ketua, kalau pendekar yang kamu maksud tak diundang ayah ibu berarti bukan pendekar terkenal”.

Tiba-tiba, sesosok bayangan muncul, ialah jagoan Mongol, Nimo Singh. Kwee Hu langsung menghunus pedangnya, Kwee Siang malah menyapa “Paman, kakimu kenapa?”. (Nimo Singh mengamputasi kakinya karena jarum Li Mo Chou – Episode 24). Waktu Kwee Hu menyerang, Kwee Siang malah teriak “Jangan!Kasihan, ia pincang!”. Ketika Kwee Hu terjatuh barulah ia marah dan membantu menyerang. Dua gadis ini tak ada apa-apanya melawan Nimo Singh. Saat terdesak, tiba-tiba terdengar suara “Jangan takut, gunakan senjata rahasia!”. Kwee Siang merasakan hembusan angin di belakangnya dan alat bantu jalan Nimo Singh patah. “Lakukan lagi!” kata suara di belakang itu. “Aku tak punya! kata Kwee Siang”. Ia berpikir menggunakan hiasan rambutnya, namun tanpa sempat bertindak, hiasan rambut itu sudah menancap di kepala Nimo Singh.

Oey Yong, Kwee Ceng dan Yehlu Chi heran siapa yang membunuh Nimo Singh. Pasti ilmunya amat tinggi. Kata Oey Yong, hiasan rambut Kwee Siang adalah benda rapuh, tetapi tidak rusak karena tenaga dalam orang ini, namun dapat menusuk titik penting di kepala Nimo Singh, tentu orang ini tenaganya luar biasa. Mereka meneliti mayatnya. Yehlu Chi bilang hanya ada 4 orang yang mampu melakukan ini : Oey Yok Su, Ciu Pek Tong, Biksu It teng, dan Hakim Roda Mas. Hakim Roda Mas tak mungkin karena ia pihak Mongol. Biksu It teng tak mungkin sembarangan membunuh orang. Berarti kalau tidak Oey Yok Su, pasti Ciu Pek Tong.  Kwee Hu percaya itu Hantu Tetua Luk. Padahal Kwee Siang mengatakan itu untuk menutupi penolong sebenarnya.

Sebelum tidur, Oey Yong berkata pada suaminya, ia merasa Kwee Siang menyembunyikan sesuatu. Tingkahnya aneh dan sering senyum sendiri. Tapi Kwee Ceng bilang itu karena dia masih syok bertemu Nimo Singh. Oey Yong membantah, Kwee Siang tak tampak ketakutan, sebaliknya kelihatan amat senang namun tidak mau berbagi kesenangan itu. Kata Kwee Ceng  “Wajar kalau anak kecil kesenangan bisa mengalahkan ahli silat secara tak terduga, tak ada yang salah”. Oey Yong tersenyum menggodanya “Kakak Ceng, dulu kau tak mengerti perasaan seorang gadis, sekarang kau juga masih tidak mengerti”

Di kamar, Kwee Siang bermain boneka Pendekar Rajawali. Saat Oey Yong masuk, ia menyembunyikannya. “Kamu tahu siapa yang menolongmu, kan?” kata Oey Yong.  “Ayah dan ibu saja tidak tahu, apalagi aku”, sangkal Kwee Siang. Ia berkata ada seseorang yang membisikkannya untuk menggunakan senjata rahasia, tapi ia tak tahu siapa. Oey Yong tahu putrinya memang tak mudah dibujuk.

Sementara itu Setan Xishan melaporkan pada Yo Ko tentang menyusupnya Ho Tu ke Siangyang dan hendak menghancurkan Kaypang. Yo Ko terus menyuruh mereka memantau perkembangan.

Kwee Poh Louw disuruh Oey Yong untuk menjemput Kwee Siang dan mengajaknya bergabung dengan jamuan para pendekar. Di kamarnya, Kwee Siang malah berpesta dengan Shi bersaudara.  Mereka membawakan banyak kado ulang tahun, diantaranya ginseng 1000 tahun dan patung dari kuil Shaolin. Saat Kwee Poh Louw kembali untuk memberitahu ibunya, Oey Yong pun heran darimana Kwee Siang kenal orang-orang aneh seperti itu. Saat ia datang ke kamar, semua tamu sudah pergi, ia hanya melihat kado-kado dari tamu itu. Ia memasakkan mie panjang umur untuk merayakan ulang tahun Kwee Siang dan Kwee Poh Louw. Mereka bertiga makan bersama. Kwee Siang memberikan ginseng 1000 tahun pada ibunya

Oey Yong memperlihatkan ginseng 1000 tahun pada suaminya “Lihat anakmu, pengaruhnya lebih hebat dari kamu” katanya. Oey Yong waspada ada siasat mengacaukan pemilihan Ketua Kaypang, ia mengira mungkin teman-teman Kwee Siang ini tersinggung karena tak diundang. Tapi menurut Kwee Ceng, kalau mereka memancing kerusuhan, kita bisa ajak mereka ikut pemilihan Ketua, karena siapapun yang terpilih akan sangat berguna untuk membantu mengusir Mongol. Makin banyak, makin baik. Oey Yong ingin Kwee Ceng meminum ginseng 1000 tahun, karena bisa menambah tenaga dalam setara 3-5 tahun latihan. Tapi Kwee Ceng malah mau Oey Yong meminumnya, katanya kau sudah melahirkan 3 anak, tenaga dalammu sudah banyak berkurang.

Chu Cu Liu melaporKwee Ceng bahwa Mongol sudah sampai di Nanyang. Chu Cu Liu pernah berapa kali mencoba membakar gudang senjata di Nanyang namun tak berhasil. Siapapun yang nantinya berhasil menjadi Ketua Kaypang harus memimpin anak buahnya untuk menghancurkan gudang senjata itu.

Kwee Hu memakaikan rompi landak pada suaminya. Ia tak ingin suaminya terluka, ia ingin suaminya menjadi Ketua Kaypang.

Arena pertarungan dimulai. Oey Yong membuka dan mengatakan pemilihan ketua ini sangat mendesak karena Mongol sebentar lagi menyerang. Di tengah pertandingan, Yehlu Chi mendapat kabar dari mata-mata bahwa Mongol sudah berangkat ke kota Xin Ye dan Dang Xiao. Ia melapor Kwee Ceng. Kwee Ceng menyuruhnya menugaskan orang mengecek dulu keadaaan di sana, karena pihak kerajaan Song belum juga mau mengirimkan tentara.  Ternyata sampai di sana, 2 utusan melihat seluruh tentara Mongol yang jumlahnya ribuan itu sudah mati.

Di arena, seorang bernama Tong Da Hai, tak ingin jadi Ketua Kaypang tapi hanya ingin bertarung. Melihat ini Bu Siu Bun/Bu kecil, suami Wanyen Ping, maju melawannya. Kata Kwee Hu, “Tentu saja Tong Da Hai itu bukan apa-apa dibandingkan Bu kecil, ngapain juga Bu kecil menghabiskan tenaga melawannya.  Kalau nanti ada yang lebih hebat menantang Bu kecil, ia sudah kehabisan tenaga”. Wanyen Ping diam saja, lain dengan Yehlu Yen yang blak-blakan. “Sebetulnya ini sesuai dengan keinginanmu” kata Yehlu Yen. “Kalau Bu kecil sudah capek bertarung, diakalah. Selanjutnya suamiku (Bu Tun Si/Bu besar) akan maju, ia akan mengalahkan beberapa orang. Nanti kakakku Yehlu Chi muncul belakangan, nah, kamu bisa jadi Nyonya Ketua hanya dengan sedikit usaha saja”,  katanya menyindir. Ia bercanda menggoda Kwee Hu,  lari saat Kwee Hu hendak balas menyerangnya “Tolong, tolong… ampun Nyonya Ketua!”.

Semua berkumpul di arena menyaksikan pertarungan untuk memilih Ketua yang akan memimpin 10.000 anggota Partai Pengemis. Hanya Kwee Siang yang tidak di sana. Ia di kamar bermain dengan bonekanya, “Pendekar Rajawali, kenapa kamu tidak datang di ulang tahunku, padahal kau sudah berjanji” ucapnya.

12 responses to this post.

  1. Posted by qwerty on March 18, 2012 at 4:52 am

    akhirnya datang juga
    thanks a lot gan

    Reply

  2. waw ribuan tentara mongol udah mati
    siapakah yang membununnya ?

    Reply

  3. Posted by firel on March 18, 2012 at 4:20 pm

    oh iya kk yng bnuh nimoxing spa?

    Reply

  4. Posted by Qwerty on March 19, 2012 at 5:31 am

    saat yo ko datang nanti yang tahu siapa saja gan?

    Reply

  5. Posted by Diar Joe on March 19, 2012 at 7:35 am

    ayo eps. 37 – 40 mana gag udah gag sabar……?

    Reply

  6. Posted by Brow Sweet on March 19, 2012 at 7:37 am

    mana lanjutanya gan….

    Reply

  7. menunggu pagi

    Reply

  8. Posted by firel on March 19, 2012 at 11:36 pm

    oke2 thanks

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: