Sinopsis Return of the Condor Heroes 2006 Episode 41 – Tamat

Episode 41

Seluruh pendekar termasuk Oey Yok Su dan Ciu Pek Tong ikut bertempur. Betapapun hebatnya ilmu mereka, melawan ribuan prajurit diiringi gempuran tembakan meriam sama sekali bukan hal mudah. Bahkan Yehlu Chi yang keluar mempimpin seluruh anak buahnya dari Partai Pengemis, terjebak di luar benteng. Pertempuran sangat sengit dan kedua pihak mengalami kehilangan banyak prajurit, hingga Khan memerintahkan mundur sementara dan lanjut menyerang besok. Kwee Ceng dan pasukanpun mundur. Ia juga mengetahui dari istrinya bahwa Yo Ko dan Kwee Siang belum ketahuan nasibnya.

Gencatan senjata sementara dimanfaatkan Oey Yong meninjau keadaan prajurit di balik benteng. Semua menyapa Nyonya Kwee ini dengan penuh hormat. Oey Yong membawa selimut dan menjumpai Kwee Ceng yang terlelap letih bersama prajurit lainnya. Ia mengusap wajah suaminya dan menyelimutinya “Nasib Siangyang, hidupku dan hidupmu, akan ditentukan oleh pertempuran esok”, katanya sambil bersandar di dada Kakak Ceng-nya.

Di dasar jurang, Siao Lung Lie bertanya pada Yo Ko apa yang akan mereka lakukan setelah pertemuan ini. Mau hidup damai dan menyepi, atau akan bertualang bersama. Kata Yo Ko “16 tahun aku telah melakukan perjalanan yang jauh dan luas, mengarungi banyak bukit dan danau, hanya agar aku bisa memiliki hari seperti hari ini. Lung’er, aku tidak ingin pergi kemana-mana lagi.” Siao Lung Lie takut Yo Ko bosan, ia memahami sifat Yo Ko yang senang bertualang. Namun kata Yo Ko, “Kenapa bosan? Selama 16 tahun aku berkelana, aku punya seribu bahkan 10ribu cerita yang tidak akan habis kuceritakan seumur hidup. Aku akan menceritakannya padamu satu demi satu… setiap hari,” katanya.

Pagi hari, di balik benteng, Kwee Ceng terbangun dengan Oey Yong dipelukannya, ia balik menyelimuti istrinya itu dan siap meninjau keadaaan. Dilihatnya pihak Mongol membangun menara di atas panggung yang amat tinggi. Ia heran, kalau untuk pengintaian jelas menara itu terlalu jauh. Setelah memperhatikan, ternyata putrinya Kwee Siang diikat di atas menara tersebut dengan tumpukan bahan bakar dibawahnya. Ia memerintahkan petugas membuka gerbang dan ia berkuda sendirian ke arah panggung itu. Hakim Roda Mas menyuruhnya menyerah atau putrinya akan dibakar hidup-hidup. Tahulah Kwee Ceng, mereka ingin menjatuhkan moralnya dan pasukannya. “Karena kamu takut padaku, jadi kau gunakan anakku” katanya dengan tenaga dalam yang menggelegar membuat pasukan Mongol juga ngeri. Roda Mas membalas “Kalau kau memang orang tua yang baik, kau tak akan membiarkan putrimu dibakar hidup-hidup”. Ia sengaja ingin menjatuhkan pamor Kwee ceng di publik sebagai orang tua. Jawab Kwee Ceng “Aku yang kalian inginkan, kenapa mengganggu anakku?”. Roda Mas mengejek lagi “Huh, ternyata Kwee Ceng hanya seorang yang takut mati”. Sementara itu Kwee Siang berteriak “Ayah, ibu, aku tidak takut!”.

Oey Yong mulai emosi dan menangis, ia berlari ingin menyelamatkan Kwee Siang. Kwee Ceng memeluknya dan menenangkannya “Ingat, keselamatan negara di atas keselamatan pribadi” katanya. Oey Yong terus memberontak. Wanita super cerdas yang selalu berpikir jernih walau dalam keadaan mendesak, kini tak berdaya oleh naluri keibuannya. Namun akhirnya ia menurut pada suaminya.

Tembakan meriam mulai membahayakan nyawa para pendekar yang ikut menyusul Kwee Ceng ke luar benteng. Beberapa pendekar terpaksa mundur masuk ke benteng. Tapi tidak dengan Kwee Hu, ia malah sampai berakrobat di atas kuda melawan serbuan tentara Mongol, demi menyelamatkan adiknya. Tubuhnya terseret-seret di tanah dan berkali-kali muntah darah. Kwee Siang amat sedih melihatnya. Tetesan air mata Kwee Siang rupanya membangkitkan firasat Yo Ko untuk segera datang menolong.

Pertempuran sengit terus berlangsung. Liok Bu Song, Wanyen Ping, Thia Eng, Yehlu Yen semuanya ikut bertempur (Dalam novel, dengan ilmu formasi dan 5 elemen-nya, Oey Yok Su-lah yang memimpin strategi perang dengan menempatkan 5 pendekar terkuat di 5 penjuru mata angin dan masing-masing memimpin ribuan prajurit dengan senjata yang berbeda). Di tengah sengitnya pertempuran terlihat rajawali sakti Yo Ko mampu mengalahkan banyak tentara dalam sekali kibasan sayap. Rupanya Yo Ko dan istrinya telah tiba di tempat itu. Hakim Roda Mas menyuruh Raja Mengke Khan menyelamatkan diri. Ia sangat sadar akan kehebatan Yo Ko. Yo Ko pun langsung melompat ke panggung untuk menyelamatkan Kwee Siang. Kwee Ceng lega melihat kedatangan Yo Ko. Katanya “Yo Ko, kupercayakan Kwee Siang padamu”, ia pun bisa konsentrasi mempertahankan Siangyang. Chu Ciu Liu, Bu bersaudara dan Ciu Pek Tong terlihat juga bertempur mati-matian.

Hakim Roda Mas menyambut Yo Ko,”Biarkan gadis kecil ini melihat siapa yang terhebat di antara kita” katanya “Aku telah lama menantikan pertemuan ini”. 2 jago yang sama-sama telah meningkat ilmunya setelah 16 tahun itupun bertarung. Roda Mas menggunakan roda bergeriginya, sedang Yo Ko menggunakan lengan bajunya sebagai senjata. Sementara di bawah panggung, Siao Lung Lie menyelamatkan Kwee Hu dan bergabung dengan pendekar lain bertarung melawan ribuan prajurit. Pertarungan Yo Ko dan Roda Mas terus berlanjut, keduanya beradu tenaga dalam hingga sama-sama terluka. Kwee Siang berseru “2 tangan lawan satu! Jelas saja tidak adil”. Tetapi ternyata Yo Ko tidak kalah, malah bisa membuat Roda Mas mundur. Melihat ini Roda Mas melancarkan serangan yang seolah-olah mengarah ke Kwee Siang, untuk memecah konsentrasi Yo Ko. Tetapi ketika prajurit Mongol mulai membakar kayu di bawah Kwee Siang, ia memarahi mereka dan melemparnya keluar “Siapa suruh bakar!” katanya. Kini tak hanya Kwee Siang yang dalam bahaya. Yo Ko dan Roda Mas juga harus bertempur sengit sambil berusaha menemukan pijakan karena panggung mulai hancur dan terbakar.

Roda Mas mengeluarkan jurus Naga dan Gajah nya, sedang Yo Ko mengeluarkan jurus “Tapak Kerinduan yang Memuncak”. Namun Yo Ko kalah dan menyemburkan darah. Ia heran, jurus ini sudah diakui kehebatannya oleh Oey Yok Su dan Ciu Pek Tong, tetapi kenapa bisa kalah, padahal ia memainkan semua gerakan persis. (Yang belum disadarinya adalah, jurus tapak ini energinya sangat maksimal ketika ia sedang dalam kesedihan mendalam karena tidak bertemu dengan istrinya. Sedangkan saat ini emosi kesedihan itu sirna, berganti dengan kebahagiaan bertemu istrinya. Jadi walaupun semua gerakan yang dimainkan sama, tenaga yang dihasilkan tidak begitu besar.)

Saat Yo Ko terluka itulah 6 peluru meriam dihamburkan Roda Mas ke arah Yo Ko. Siao Lung Lie melihatnya dengan tatapan putus asa, Yo Ko pun juga sudah putus asa, namun beradu pandang dengan tatapan sedih istrinya, justru memancing emosi kesedihan karena merasa akan berpisah lagi. Saat itulah justru tenaga “Tapak Kerinduan yang Memuncak” yang hanya ia gunakan sekenanya untuk menangkis 6 peluru Hakim Roda Mas, malah berakibat sangat dahsyat. Tak hanya Roda Mas terpukul mundur dan terluka, tapi seluruh panggung juga rubuh dan reruntuhan itu. Yo Ko buru-buru menangkap Kwee Siang yang terlempar bersama panggung yang rubuh.

Yo Ko kemudian membantu Lung Lie yang kewalahan dikepung banyak prajurit. Tiba-tiba ledakan susulan membuat reruntuhan hampir menimpa Kwee Siang. Yo Ko dan Lung Lie bergegas menolong, namun tanpa diduga Hakim Roda Mas-lah yang duluan menahan reruntuhan itu untuk menyelamatkan Kwee Siang, hingga kepalanya sendiri tergencet dan mengalirkan darah. Kwee Siang kaget dan menghampirinya. Hakim Roda Mas berkata “Aku ingin mendengarmu memanggilku guru”. Kwee Siang menangis, “Guru…guru” katanya. Roda Mas tertawa puas, dengan mulut yang juga penuh darah, akhirnya ia menghembuskan nafas terakhirnya. Yo Ko menyaksikan dengan rasa iba, matanya mengisyaratkan terimakasih karena telah menyelamatkan Kwee Siang. Tak disangka, di akhir hidupnya Roda Mas merasa hampa karena sehebat apapun ilmunya, ia tidak mempunyai murid, dan menyayangi Kwee Siang seperti anak atau muridnya sendiri.

Kwee Hu memeluk Kwee Siang, amat bahagia adiknya itu selamat. Kwee Siang yang polos langsung berkata “Nyonya Yo, kau cantik sekali” pada Siao Lung Lie. Lung Lie sudah mendengar semua mengenai Kwee Siang dari suaminya. “Terima kasih telah mendoakan pertemuan kami” katanya. Hanya engkau yang pantas mendampingin Kakak Yo, balas Kwee Siang. Mereka kemudian melihat Yehlu Chi yang sedang terdesak dan kelelahan oleh kepungan tak henti prajurit Mongol. Kata Yo Ko “Adik Hu, kalau kau berkowtow (sujud) padaku 3 kali, aku akan menyelamatkan suamimu” katanya. Kwee Hu yang angkuh, akhirnya langsung bersujud pada Yo Ko. Yo Ko pun mencegahnya, “Eh, aku hanya menggodamu. Yehlu Chi adalah teman baikku, tanpa kau mintapun aku pasti membantunya”. Yo Ko pun segera membantu Yehlu Chi. (Saat inilah, Kwee Hu baru menyadari kalau sebetulnya ia mencintai Yo Ko, hanya ia tak mampu mendefinisikan perasaannya, mengapa ia begitu membenci Yo Ko. Saat Yo Ko menolongnya berkali-kali, ia menganggap Yo Ko bukan murni memperhatikannya, tetapi cuma mau pamer ilmu silat. Karena itulah ia tak punya rasa terimakasih. Ia ingin diperhatikan. Ia kesal karena Yo Ko tak pernah memujanya seperti Bu bersaudara. Saat Yo Ko datang membawa kado untuk Kwee Siang, sebetulnya ia cemburu karena ia tidak diperhatikan Yo Ko seperti adiknya. Saat menyadari ini, iapun malu sendiri, karena saat Yo Ko bertempur membantu Yehlu Chi, ia tak tau mana yang lebih ia khawatirkan, Yo Ko atau Yehlu Chi – sumber: novel ROCH)

Mengke Khan, Raja Mongol yang turun tangan langsung sebagai Panglima Perang, memimpin 10.000 orang pasukan dari segala arah. Yo Ko sadar, kita tak dapat mengalahkan begitu banyak pasukan, betapapun hebatnya ilmu silatnya dan para pendekar lainnya. Satu-satunya jalan adalah, bunuh pemimpinnya. Ia pun memfokuskan untuk menyerang Mengke Khan. Ia mengendarai beberapa kuda secara bersamaan dengan sejumlah tombak di punggungnya. Pasukan Mongolpun terpecah konsentrasi hingga harus ekstra melindungi Mengke Khan. Yo Ko pun mulai menghujani pasukan pelindung itu dengan panah-panah di pundaknya. Pasukan pelindung kocar-kacir, namun Yo Ko belum juga dapat menaklukkan sasarannya, bahkan kudanya sempat jatuh. (Iapun berpikir, panah ini terlalu berat, kenapa tidak kugunakan batu saja, yang bisa melesat lebih cepat – sumber: novel ROCH). Iapun tunduk kebawah membawa 2 batu kerikil dan menyentilkannya dengan kekuatan tenaga dalamnya. Sentilan batu melesat jauh mampu melumpuhkan kuda Mengke Khan. Sang raja yang terdesak memanah Yo Ko, namun panah itu dibalikkan oleh Yo Ko hingga menewaskannya. Melihat itu, Pasukan Mongol menjadi kocar-kacir dan mereka mundur dengan sendirinya.

Rakyat Song pun menyambut berita ini dengan gembira. Para pendekar berkuda bersama kembali ke gerbang Siangyang, Yo Ko dan Kwee Ceng berada paling depan. Rakyat bersorak memuja mereka dan berpesta kemenangan. “Ko -er, engkau telah menyelamatkan rakyat Siangyang”. puji Kwee Ceng. Namun kata Yo Ko, kalau bukan karena ajaran Kwee Ceng yang 30 tahun lalu membawanya ke gunung Zhongnan, ia tidak akan berada di situ dan berbuat seperti sekarang. “Kebaikanmu sangat besar” kata Kwee Ceng,”Engkau tak perlu merendahkan diri, kau memang pantas disebut ‘Pendekar Rajawali'”.

Kwee Siang memandang bulan dan menatap kepergian Yo Ko dan Siao Lung Lie, “Entah kapan kita akan bertemu lagi” pikirnya “Perasaan ini, tak dapat kulukiskan….Kakak Yo, Kakak Lung, mudah-mudahan kalian bahagia selamanya”

TAMAT

37 responses to this post.

  1. Posted by Yoko on March 26, 2012 at 5:23 am

    Tenang aj kwee siang..setelah umur kamu genap 20, ak akan datang lage untuk menjadikanmu istri ke dua ^^

    Reply

    • Posted by Kwee Siang on March 26, 2012 at 8:36 am

      aih…
      kk Yoko jangan bilang di sini donk Kwee kan jadi malu >,<
      bener ya kk, kwee tunggu lho 4 tahun lage…he he
      malu..malu..

      Reply

      • Posted by Yoko on March 26, 2012 at 9:43 am

        wkwkwkwk…
        bener lha..biz dek kwee ngegemezin se..
        bikin kk jade gmn gitu..
        makanya jaga diri ya..jaga kesucian adek..
        secara pan bini ane siao long lie waktu kawin dah ga perawan T_T
        moga adek sabar ngu 4 thn..he2
        owkwokowwokwkowkokokw

    • Posted by Xiao Lung Lie on March 26, 2012 at 11:42 pm

      apaaaaaa!!!!!!! tidak yoko…. aku tak mau kalo aku di madu…

      Reply

    • Posted by Kiki on March 29, 2012 at 3:14 am

      kwkwwkwk
      bisa aj nih agan2, sebenarnya di cerita, kwee siang selalu terbayang2 ma yoko, hingga dia berkelana untuk mencari yoko selama puluhan tahun, namun tidak ketemu. akhirnya kwee siang tidak pernah kawin seumur hidup. hingga saat umur 60 thn dia menjadi biksuni dan mendirikan partai go bi pai (cmiiw)

      Reply

  2. Posted by Qwerty on March 26, 2012 at 6:04 am

    thanks a lot for admin yg dengan ikhlas selama ini ngasih tahu sinopsisnya
    GOD BLESS YOU
    sekali lagi

    thanks

    Reply

  3. Posted by firel on March 26, 2012 at 7:02 am

    kk nanti di lanjutin gk sama golok pembunuh naga?

    Reply

    • aduh aku sibuk banget dan kalau golok pembunuh naga belum baca novelnya, kalo untuk pertanyaan aku masih bisa jawab, tapi kalo untuk sinopsis lengkap belum bisa

      Reply

  4. Posted by Fans Bi" Lung & Si Imut Kwee Siang on March 26, 2012 at 7:03 am

    Thankz buat admin yang udah capek” memposting ni sinopsis…
    謝謝 – xie xie
    Arigato gozaimasu

    Reply

  5. Posted by Yoko on March 26, 2012 at 9:39 am

    dari sekian byk situs n blog sinopsis RoCH yang gw baca, punya agan ppr08 ini yang paling lengkap, jelas n detail…
    berkat agan ane jade ngerti jalan cerita ne serial secara detail.. ho2
    klo bisa d lanjutin ma golok pembunuh naga ya gan..
    thx a lot..

    Reply

  6. Posted by 123patma on March 26, 2012 at 12:53 pm

    kk,, sountrack opening ROCH 2006 ne, apa judul n’ cypa penyanyi nya?

    Reply

  7. Posted by Qwerty on March 27, 2012 at 3:29 am

    di lanjutin pa Gak?

    Reply

  8. Posted by firel on March 27, 2012 at 5:14 am

    kk di lanjutin gk?

    Reply

  9. Posted by suherman1430 on March 27, 2012 at 5:17 am

    betul banget … lebih seru baca ketimbang nongton kyknya mah … hihihi….
    ditunggu to liong to nyah

    Reply

  10. Posted by ytrewq on March 27, 2012 at 9:28 am

    dari hal 1 – 36 kucari di google
    tapi kagak nemu web yang kayak gni
    tolok dilanjutin gan

    Reply

  11. Posted by firel on March 28, 2012 at 2:05 pm

    kk lanjutin dong plis ane baru liat film’a udah bingung duluan karna gk tau pemain2’a siapa aja kk plis aku mohon dong lanjutin sama golok pembunuh naga

    Reply

  12. Posted by gila silat on March 29, 2012 at 4:13 am

    admin di blog ini apakah sama dengan admin di fb ini

    http://id-id.facebook.com/permalink.php?story_fbid=267990463286190&id=169777853107452

    soalnya sinopsisnya persis sama

    Reply

  13. Posted by bulex on June 26, 2012 at 11:06 am

    ROCH versi terbarunya ada ga?

    Reply

  14. kisah cinta yg mengharukan, tertama yifei liu i miss her until now

    Reply

  15. Posted by arma on May 10, 2016 at 7:36 am

    admin punya novelnya ya? yg sudah diterjemahkan ke bahasa indonesia kah min? mau donk min, minta info na pleaseeeeeeee🙂

    Reply

    • Saya gak punya novelnya, saya baca di Wuxiapedia.com tapi kayaknya sekarang dah tutup domainnya… padahal di situ bagus, edisi terbaru novel yang updated

      Reply

  16. Posted by Vera on May 18, 2016 at 10:57 pm

    Taun 2016 ini ROCH diputar diRcti cuma main senin-rabu malam cuma bentaran aja,kadang suka sebel pasti banyak kepotong & hoplles ama ceritanya yg bikin penasaran..ampe akhirnya ketemu blog penyelamat kegundahan hati ku…keren banget sinopsisnya lengkap aje gile mantep deh

    Reply

  17. Posted by Yeung Gor on June 6, 2016 at 9:14 am

    Ada yg tau link download serial ROCH versi Andy Lau… Boleh di-share dong….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: