Aspek Wuxia – To Liong To versi manakah yang terbaik?

Dari ke-6 versi serial To Liong To / Heaven Sword & Dragon Sabre yang sudah saya tonton, manakah yang menurut saya terbaik? Penilaian ini tentu bisa sangat subyektif dan relatif pada tiap orang, ada yang senang 2003 semata-mata karena suka Alyssa Chia, atau pokoknya senang 1986 karena itulah yang pertama ditonton dan yang berkesan.

Menurut saya sendiri, dalam menilai baik-tidaknya serial wuxia, selain  berdasarkan alur cerita, penokohan dan akting, tata artistik dan sinematografi, soundtrack dan hal-hal lain yang biasa sebagai penilaian suatu film, ada 1 hal lagi yang sangat saya pertimbangkan, yaitu:

“Aspek wuxia”

Inilah yang membikin wuxia berbeda dengan cerita drama cinta biasa. Kita boleh terpukau oleh cerita cinta, tetapi kalau suatu wuxia hanya fokus di cerita cinta, namanya bukan wuxia. Adegan silat harus digarap serius.  Tetapi jangan salah,  adegan silat yang keren tentu tidak cukup kalau emosi kita tidak melekat pada karakter yang sedang bertarung. Seperti hanya melihat pertarungan yang indah tapi sebenarnya kita tidak peduli pada tokoh yang bertarung. 

Oleh karena itu aspek wuxia selain soal adegan silat atau peperangan, penggambaran ilmu-ilmu silat yang memukau,  ada juga  nilai-nilai seperti persaudaraan, kesetiakawanan, sikap ksatria,  melawan kemunafikan. Penjahat yang beneran serem jahat keliatan jahatnya, gak asal-asalan. Ruh wuxia ini tidak cukup hanya dituangkan dalam adegan pertarungan tetapi juga dalam dialog dan penokohan karakter.  Seringkali dialog-dialog filosofis yang menunjukkan sikap satria ala pendekar,  persaudaraan, menepati janji, melupakan dendam, menghargai kejujuran, mendahulukan kepentingan orang, inilah justru yang bikin saya merinding nonton wuxia, yang tidak saya dapatkan di drama cinta biasa. Apabila tokoh-tokohnya berkarakter kuat,  kita bisa jadi sedih beneran pas dia meninggal. Begitu juga tokoh-tokoh berkarakter  kejam yang melanggar aturan-aturan kebaikan, bisa bikin kita merindeing serem beneran. Bila suatu film berhasil membangkitkan emosi dan ketegangan melalui aspek-aspek wuxia ini, itulah yang menurut saya paling baik. Disinilah penilaian tertinggi saya berikan untuk versi yang bisa menampilkan aspek wuxia secara tepat.

Manakah yang berhasil menampilkan aspek alur cerita, penokohan dan akting, tata artistik dan sinematografi, soundtrack serta aspek wuxia secara tepat? Berdasarkan penilaian semua aspek diatas,  berikut ini urutan dari yang terbaik sampai yang terburuk, menurut saya.

Silakan klik lebih lanjut untuk pembahasan masing-masing versi:


19 responses to this post.

  1. […] « Aspek Wuxia – To Liong To versi manakah yang terbaik? To Liong To Versi 1986 (Tony Leung, Kitty Lai, Sheren Teng) […]

    Reply

  2. Posted by indraceli on May 14, 2012 at 1:11 pm

    walaupun aku cuma nonton versi 86, 2003, 2009 tapi menurutku yang paling hancur serial to liong to versi 1994, betul tidak ya

    Reply

    • Iya memang aku juga rada sependapat. Untuk 1994 aku lagi buat tulisannya, belum selesai. Memang sangat hancur karena terlalu didramatisir dan dipanjang-panjangin ya…Thio Bu Ki kok emosional dan Tio Beng nya cengeng ya🙂

      Reply

  3. kalo dari adegan silat, versi 2000 paling bagus. senjata yg dipake buki dan cijiak pas lawan tiga biksu shaolin juga pas.

    kalo dari sinematografi, 2009 paling wow. mata jd refresh. walopun ada yg cm background aja. ahhaha

    kalo dari soundtract, opening suka yg 2009.

    utk alur cerita, 2009 dan 1986 jg bagus. mirip di novel.

    Reply

  4. Posted by Sapna on May 18, 2012 at 8:55 am

    Aku sdh liat yg versi 94, tp benar2 lupa gmn filmnya. Sdg yg versi 86 masih sgar dlm ingatan pd hal kutonton brtaun2 lbh dl dr yg 94.
    Utk 2000 sy jg suka adegan2 silatnya dan jg scene2 Tio beng. Cuman kyaknya yg jd buki ktuaan pd hal kalo dlm crt umur 20th kan.

    Reply

    • yg 94 panjang banget… Versi 2000 Lawrence Ng iya emang udah tua aslinya, juga yang meranin In So So and Thio Cui San ketuaan walau bagus aktingnya.

      Reply

  5. Posted by adi on May 26, 2012 at 11:03 am

    saya paling suka tahun 78. yang paling kacau tahun 2003. Semua karakter pemeran wanita mirip. wajah2nya pun mirip🙂.

    Reply

    • iya tukang make up nya gak kreatif jadi mirip2. udah gitu baju ceweknya kebanyakan pink semua. tio beng pink, in so so pink, siao ciao pertama muncul juga pink, kee siao hu pake baju pink juga, cie jiak juga, teng bin kun juga…

      Reply

    • iya tukang make up nya gak kreatif jadi mirip2. udah gitu baju ceweknya kebanyakan pink semua. tio beng pink, in so so pink, siao ciao pertama muncul juga pink, kee siao hu pake baju pink juga, cie jiak juga, teng bin kun juga…yo put hui juga. sampe nona baju kuning aja bajunya gak kuning, pink cam pur kuning jadi krem…huehehhe

      Reply

  6. Posted by Deidara Akatsuki on July 18, 2012 at 6:22 am

    Saya suka versi yg 2009 coz di sana ada si cantik Ady An ……. ^_^

    Reply

  7. Posted by Deidara Akatsuki on July 18, 2012 at 6:29 am

    Klo yg versi 2003 ane suka ma Gao Yuan Yuan. Tp klo menurut ane lg klo yg di versi 2009 pemeran Ciu Ci jiak (Zhou Zhi Rou) di ganti sama Gao Yuan Yuan, trus Yin In Lee di peranin sama Chen Zi Han, Siao Chao di peranin sama Florence Tan, and endingnya d bikin sama dgn yg 1986, baru sempurna.😉

    Reply

  8. Posted by Deidara on August 7, 2012 at 9:06 am

    Sebenarnya cerita To Liong To yg paling sempurna menurut ane adalah, alur cerita ambil yg versi 1986 (Tony Leung-Kitty Lai), tata artistik, sinematografi, wuxia dan akting ambil yg versi 2009 (Deng Chao-Ady An), penokohan ambil yg versi 2003 (Alec Su-Alyssa Chia) tetapi pemeran Thio Bu Ki diganti Deng Chao dan Tio Beng-nya Ady An. Itu baru mantab menurut Ane …….. ^_^

    Reply

    • kalau menurut Deidara, untuk pendekar-pendekar Butong, tokoh-tokoh Sekte Ming, serta jagoan-jagoan Mongol apakah versi 2003 juga cocok penokohannya? Kalau menurut saya versi 2003 itu yang bagus cewek-ceweknya. Pendekar2 prianya malah kurang.

      Reply

  9. Posted by Deidara on August 9, 2012 at 11:35 am

    Memang betul ppr2008, saya setuju memang cewek2 di TLT 2003 cantik2, pengecualian utk Alyssa Chia mnrt ane msh kuang cantik jd Tio Beng. Klo cowok2nya mmg msh ok yg di versi 2003 kec pemeran Seng Kun yg harusnya lbh tua dari Cia Sun (Singa Emas), cmn yg kurangnya adalah akting dan kekuatan karakter mereka, msh lbh bagus akting dan karakter cowok2 di versi 2009.

    Reply

  10. Posted by tian on March 18, 2013 at 2:04 pm

    2000 paleng ok. gregetnya dapet, kekeluargaannya dape🙂

    Reply

  11. Posted by Irma Retna on June 28, 2014 at 6:42 am

    Kalo menurut sya, yg adegan silat tangan kosongnya paling sip tahun 1986… Kalo segi properti pastinya senjata2 di tahun 1986 kurang sip, tapi wajarlah masih tahun segitu produksinya… hehehe…. Romansa cinta segibanyaknya paling berkesan buat saya juga yg tahun 1986… Tapi adegan2 Thio Buki sm Thio Beng 2009 juga oke, lucu dan menghibur… Tapi segi kedalaman pengorbanan Thio Beng paling berkesan buat sy tetep yg 1986😀

    Reply

  12. Posted by Rosenawati on August 24, 2015 at 2:37 am

    Wah ada yg punya kasetnya dari versi 1-versi th 2000
    (Yg tony lueng q d punya).klu ada copy dong..klu g cari dimana y.abisnya filmnya jadul bgt

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: